Rabu, 08 Maret 2017

Orangtua Mengeluh....

(ustadz Harry Santosa)

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya susah bangun subuh.
Padahal secara fitrah, setiap anak sejak bayi itu suka bangun dini hari sebelum subuh,
Orangtuanyalah dulu yang menyuruhnya tidur kembali karena masih gelap

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya mudah sakit dan obesitas karena buruknya pola makan
Padahal secara fitrah, setiap anak sejak bayi suka makanan alami (natural) tanpa pemanis dsbnya
Orangtuanyalah dulu yang malas memasak sehat dan mengenalkannya Junk Foood, menjejalkan makanan kemasan karena pola makan orang dewasa yang buruk

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya lumayan jorok atau tidak berhati hati pada najis
Padahal secara fitrah, setiap anak sejak bayi suka kebersihan, mereka menangis jika bajunya basah terkena BAB atau BAK
Orangtuanyalah dulu yang mengenalkannya pampers dan membiarkannya karena malas menggantinya

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya males gerak atau kecanduan game
Padahal secara fitrah tiap anak sejak bayi sangat suka bergerak dengan antusias dengan tubuh yang luwes
Orangtuanyalah dulu yang menyuruhnya banyak diam agar segera berstatus "shaleh" dan memberinya gadget agar diam

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya peragu, lambat mengambil keputusan, mudah dibully
Padahal secara fitrah tiap anak sejak bayi sangat ego sentris dan percaya diri
Orangtuanyalah dulu yang banyak melarangnya memilih sendiri bajunya, tidak memberinya kepercayaan untuk mencoba walau salah

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya malas sholat, harus disuruh suruh
Padahal secara fitrah tiap anak sejak bayi sudah mengenal Robbnya dan menyukai kebaikan
Orangtuanyalah dulu yang memaksanya untuk segera sholat dengan tertib sebelum usia 7 tahun sehingga anak membenci kebaikan sepanjang hidupnya. Padahal Allah sendiri memerintahkan orangtua untuk menyuruh anaknya sholat sejak usia 7 tahun

Orangtua mengeluh anak gadis atau perjakanya malas belajar
Padahal secara fitrah tiap anak sejak bayi adalah pembelajar yang tangguh, mereka terus belajar berjalan hingga berlari walau berkali kali terjatuh dan tidak pernah memutuskan untuk merangkak seumur hidup
Orangtuanyalah dulu yang menggegasnya menguasai banyak hal, menjadikan belajar sesuatu yang menyebalkan dan liburan adalah hari terindah

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya bingung bakatnya, tak punya gairah pada aktifitas produktif
Padahal secara fitrah tiap anak sejak bayi punya sifat unik yang khas yang kelak akan menjadi peran peradaban terbaiknya yang unik.
Orangtuanyalah dulu yang mencubit anak cerewet (orator ulung), menghukum anak keras kepala( pemimpin masa depan), memaksa bicara anak pendiam (pemikir dan peneliti), menyuruh diam anak kepo (visioner), memaki anak yang sensitif dan cengeng (sastrawan), menyetop anak yang banyak akal (innovator) dstnya.

dstnya...

Ternyata begitu banyak keluhan ketika ananda menjelang AqilBaligh bahkan sesudahnya, karena kita seringkali merasa lebih hebat dari Tuhan, merasa fitrah yang Allah instal itu kurang sehingga dilebaykan atau dilalaikan dan diabaikan atau diintervensi hingga cidera.

Jika sudah terlanjur maka bertaubatlah, banyak berdoalah agar Allah mengembalikan fitrah anak anak kita, mohonkanlah maaf pada ananda, dekaplah sebelum terlambat, ulangi prosesnya sebagaimana dahulu ananda masih kecil, gairahkan kembali cintanya pada Ilahi dstnya. Kemudian rileks dan optimislah dalam merawat dan menumbuhkan fitrah ananda.

Salam Pendidikan Peradaban

Senin, 27 Februari 2017

berapa lembarkah anda dalam sehari?

'bu fitri, kalau baca berapa lembar?'

'baca apa?'

'baca Qur'an, berapa lembar?'

sebelumnya saya kasih tau dia gimana caranya supaya bisa satu hari satu juz, alhasil munculah pertanyaan itu..

'hmm berapa yaa?' coba inget malam2 kemarin yang mulai ga rutin baca Qur'an nya, astagfirullah... jadi malu sendiri 😢

'satu lembar yaa...' tebak ryan

'iya, kadang satu lembar, dua lembar, kadang juga empat lembar..'

'kalau empat lembar mah kebanyakan bu, nanti capek. saya satu lembar..'

'iya gpp, satu lembar.. ibu juga dulu mulainya dari satu lembar, terus nambah jadi dua lembar, dan seterusnya...'

'saya nanti kelas 4 mau dua lembar ahh..'

'iyaa, tapi ngajinya habis maghrib.. bisa mencerdaskan otak...'

*manggut-manggut* 😂😂

27022017
@fitriamaliya_
menulis, muhasabah diri.

Senin, 20 Februari 2017

bad habbits in writing

# udah selesai, kumpulin kertas uts, dibaca sama dosen, deg-degan kenapa harus dibaca saat itu juga, dan ngga lama, beliau bilang:

'bagus tulisannya..'

'iya pak?'

'Fitri guru apa karyawan?'

'guru pak..'

'bagus tulisannya..'

'awalnya doang pak, ujung-ujungnya berantakan XD

# jadi nyesel karna buru-buru jadi ga karuan tulisan ujungnya, dan emang kebiasaan semangat diawal, bagus diawal, ga pernah konsisten sampai akhir, dibiarin jelek gitu aja >..<

19022017
@fitriamaliya_
menulis, mencoba menghilangkan kebiasaan buruk.

Kamis, 02 Februari 2017

Melarang disertai Penjelasan

cerita ini berawal dari ingatan saya yang setiap liat B2 selalu ingat dengan sinetron Marmaid, karena penasaran akhirnya saya coba tanya mereka masih nonton atau ngga.

saya: Fiana, masih suka nonton marmaid yaa?

Fiana: ngga, Fahira noh...

Saya: Fahira masih suka nonton? 'gantian tanya temennya yg lain'

Fahira: Iyaa, Olif juga, Alle, Enzi, Naeema... 'rombongan deh 😂

Saya: kan udah bu guru bilang, anak-anak ngga boleh nonton itu.

Fiana: emang kenapa bu? 'pinter ya anak sekarang udh bisa mikir sebab-akibat.. ini juga terkadang yang menjadi hambatan saat saya ingin memberikan informasi kpd mereka, karena terkadang mereka tdk akan menerima begitu saja, tapi cenderung bertanya, 'kenapa?' bukan karena saya tidak ingin menjelaskan tetapi terkadang saya kesulitan menyesuaikan dengan akal mereka yang memang belum sempurna. tetapi biasanya setelah dijelaskan mereka baru mau menerima, mendengarkan, menjalani informasi yg dia terima, itulah mengapa anak membutuhkan Ibu yang cerdas agar anaknya pun Cerdas😊

Saya: Karena ngga sopan sinetron nya, bu guru aja ngga suka nonton itu. 'ah teladan, saat ingin melarang pastikan kita pun tidak melakukannya'

Fiana: Enzi punya baju marmaid bu.. terus nanti aku mau beli...

Saya: Enzi punya baju marmaid?

Enzi: iya,, Alle juga bu..

Saya: buat apa baju marmaid? emang bisa dipake jalan??

Enzi: bisa, lompat" jalannya.

Saya: itu bukan jalan namanya tapi lompat😂 nih temen-temen 'sy coba diskusi sm mrk yg lg mengerjakan tugas' kalau perempuan itu pake bajunya harus panjang, yang sopan karena nanti: 1. Allah suka 2. Rasulullah suka 3. mama papa suka 4. cantik 5. solehah. tuhh ada 5 nilainya.

tapi coba kalau misalnya pake baju marmaid -1 Allah ga suka -2 Rasulullah ga suka -3 mama papa ga suka -4 ga cantik -5 ga solehah. tuh berapa nilainya kalau pake baju marmaid?

'noooooollll...' mereka jawab kompakan..

Saya: tuhh 0 nilainya, emang mau dapet O? mau nol atau lima??

mereka: lima. 'mulai paham Alhamdulillah'

Fiana: aku ga jd beli bajunya nya ah,

'Hebat👍' puji saya, anak butuh dengan yg seperti ini

tuh Enzi punya bu.

'bajunya jarang dipake, udah mau sobek' sahut Enzi

'hehe bagus👌👍'

'tapi itu Ariel punya baju marmaid?' olif masih ngga terima 😂 tapi bagus berarti akalnya coba untuk menelaah 😂

'biarin, cuekin aja. berarti Ariel nilainya Nol, emang mau nilainya Nol?' Coba di ajak untuk berpikir lebih baik, anak itu pintar sebenarnya kita hanya perlu memberi pertanyaan dan mendengar apa pendapat mereka 😊

'hehe ngga mau... mau nya Lima..' jawab Olif.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah..

Jadi, sebenarnya saat ingin melarang anak cobalah untuk memberi pengertian mengapa ia tidak boleh melakukan itu, apa akibatnya. Hal tersebut lebih ampuh dari pada hanya melarang, melarang, melarang tanpa memberi penjelasan mengapa ia dilarang.

by. @fitriamaliya_
Menulis, berbagi pengetahuan

Rabu, 30 November 2016

Please, fokus pada kelebihan

'Bu, kayaknya dia tipe anak yang visual deh, tipe anak yang baca gambar bukan suara, soalnya kalau anak disuruh ngikutin apa yang kita ucapkan biasanya bisa, sedangkan dia ngga bisa, tapi kalau komunikasi lancar..'
.
'Ohh berarti dia audio nya kurang..'
.
#jleb #skakmat #kebiasaanlama -___-
.
.
.
Maksudnya kalau memang dia punya kelebihan kenapa harus fokus sama kekurangan?
.
Yaa begitulah saya, manusia.
.
.
.
01122016
Menulis, untuk memperbaiki diri

Selasa, 29 November 2016

Kasih sayang seorang Ibu

ibu : fit, itu ada telur disambelin tuh buat sarapan..

me : telur kaya kemarin?

ibu : iya

me : kenapa beli lagi?

ibu : atuh pengen beli aja

me: ngga, maksudnya kenapa beli tapi ngga emi makan?

ibu : orang sengaja emi beli buat fitri
.
.
MasyaAllah, luar biasa yaa😢😢 cuma seorang ibu yang bisa melakukan ini, yang lebih mendahulukan anaknya dari pada dirinya sendiri..
.
Alloohummaghfirlii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa robbayaani shoghiiroo..
.
.
30112016
menulis, untuk memperbaiki diri.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Hati-hati dengan kata negatifmuu~~

Hari ini. sabtu, ikut seminar tentang gradasi warna | karena tanpa persiapan, apa adanya jadi satu krayon isi 12 dipake buat tiga orang.
.
Karena persediaan terbatas dan waktu itu ngga kepikiran untuk giliran jadi saya coba pake warna yang ada, yang harusnya hijau tua tapi saya pake hijau muda, dan diperbolehkan sama bapak yang kasih materi.
.
Tapi saat saya tanya lagi tiba-tiba beliau bilang: 'Salah' harusnya hijau tua..' wahh saat itu juga saya langsung speechless, down, hilang semangat rasanya pengen langsung selesai.
.
Cemen yaa mental saya cuma karena kata 'salah' sudah hilang minat, dan entah kenapa langsung flashback ke gimana cara saya waktu mengajar, apa menggunakan kata-kata yang mematikan sel-sel otak juga seperti itu atau kata-kata penyemangat yang merangsang sel-sel otak??
.
Dan mungkin bagi sebagian orang, guru, orangtua, itu hanya sebuah kata-kata atau kalimat negatif yang tidak berpengaruh apa-apa pada perkembangan kecerdasan dan perilaku anak.
.
Tapi pada kenyataannya kata-kata atau kalimat negatif sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangan kecerdasan dan perilaku anak, bahkan menurut beberapa penelitian kekerasan verbal lebih mematikan dari pada kekerasan fisik.
.
Dan Alhamdulillaah karena insiden ini semoga bisa jadi lebih baik, lebih sabar, lebih banyak kata-kata baik yang keluar saat mengajar dari pada kata-kata buruk.. aamiin ya Allah..
.
Alloohumma yaa muqollibal quluubi tsabbit qolbii a'laa diinikh..
.
8 OKT 2016
By. @fitriamaliya_
Menulis, untuk memperbaiki diri.