Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2017

Melarang disertai Penjelasan

cerita ini berawal dari ingatan saya yang setiap liat B2 selalu ingat dengan sinetron Marmaid, karena penasaran akhirnya saya coba tanya mereka masih nonton atau ngga.

saya: Fiana, masih suka nonton marmaid yaa?

Fiana: ngga, Fahira noh...

Saya: Fahira masih suka nonton? 'gantian tanya temennya yg lain'

Fahira: Iyaa, Olif juga, Alle, Enzi, Naeema... 'rombongan deh 😂

Saya: kan udah bu guru bilang, anak-anak ngga boleh nonton itu.

Fiana: emang kenapa bu? 'pinter ya anak sekarang udh bisa mikir sebab-akibat.. ini juga terkadang yang menjadi hambatan saat saya ingin memberikan informasi kpd mereka, karena terkadang mereka tdk akan menerima begitu saja, tapi cenderung bertanya, 'kenapa?' bukan karena saya tidak ingin menjelaskan tetapi terkadang saya kesulitan menyesuaikan dengan akal mereka yang memang belum sempurna. tetapi biasanya setelah dijelaskan mereka baru mau menerima, mendengarkan, menjalani informasi yg dia terima, itulah mengapa anak membutuhkan Ibu yang cerdas agar anaknya pun Cerdas😊

Saya: Karena ngga sopan sinetron nya, bu guru aja ngga suka nonton itu. 'ah teladan, saat ingin melarang pastikan kita pun tidak melakukannya'

Fiana: Enzi punya baju marmaid bu.. terus nanti aku mau beli...

Saya: Enzi punya baju marmaid?

Enzi: iya,, Alle juga bu..

Saya: buat apa baju marmaid? emang bisa dipake jalan??

Enzi: bisa, lompat" jalannya.

Saya: itu bukan jalan namanya tapi lompat😂 nih temen-temen 'sy coba diskusi sm mrk yg lg mengerjakan tugas' kalau perempuan itu pake bajunya harus panjang, yang sopan karena nanti: 1. Allah suka 2. Rasulullah suka 3. mama papa suka 4. cantik 5. solehah. tuhh ada 5 nilainya.

tapi coba kalau misalnya pake baju marmaid -1 Allah ga suka -2 Rasulullah ga suka -3 mama papa ga suka -4 ga cantik -5 ga solehah. tuh berapa nilainya kalau pake baju marmaid?

'noooooollll...' mereka jawab kompakan..

Saya: tuhh 0 nilainya, emang mau dapet O? mau nol atau lima??

mereka: lima. 'mulai paham Alhamdulillah'

Fiana: aku ga jd beli bajunya nya ah,

'Hebat👍' puji saya, anak butuh dengan yg seperti ini

tuh Enzi punya bu.

'bajunya jarang dipake, udah mau sobek' sahut Enzi

'hehe bagus👌👍'

'tapi itu Ariel punya baju marmaid?' olif masih ngga terima 😂 tapi bagus berarti akalnya coba untuk menelaah 😂

'biarin, cuekin aja. berarti Ariel nilainya Nol, emang mau nilainya Nol?' Coba di ajak untuk berpikir lebih baik, anak itu pintar sebenarnya kita hanya perlu memberi pertanyaan dan mendengar apa pendapat mereka 😊

'hehe ngga mau... mau nya Lima..' jawab Olif.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah..

Jadi, sebenarnya saat ingin melarang anak cobalah untuk memberi pengertian mengapa ia tidak boleh melakukan itu, apa akibatnya. Hal tersebut lebih ampuh dari pada hanya melarang, melarang, melarang tanpa memberi penjelasan mengapa ia dilarang.

by. @fitriamaliya_
Menulis, berbagi pengetahuan

Selasa, 23 Agustus 2016

Saatnya Merelakan @tausiyahku_

Kebahagiaan hakiki hanyalah dariNya Sang Penggenggam Hati. Bukan tergantung lawan jenis yang belum halal. Sekarang adalah saat yang paling tepat bagi kita untuk melepaskan dia yang belum halal. Karena, yang istimewa menurut kita belum tentu terbaik menurut Allah. Allah akan mengambil dia yang belum halal untuk diganti yang lebih baik lagi.

"Setan itu memberikan janji—janji kepada mereka, dan membangkitkan angan—angan kosong kepada mereka, padahal tiadalah setan itu menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka." (QS. An—Nisa: 120)

Setan memang suka memberikan angan—angan kosong. Salah satunya dengan perasaan cinta kepada lawan jenis yang belum hala yang pelan—pelan merasuk kedalam hati. Kelalaian dimasa jahiliyah ini semoga membuat kita paham tentang sesuatu. Segala sesuatu ada saatnya, ada saat mempertahankan, ada juga saat melepaskan.

Maka, lepaskanlah ...

Jika Sang Maha cinta tak dapat mengembalikanmu kepadaku dalam kehidupan ini, pasti Dia akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.

Andaikan Allah tak mempertemukan kita di Jabal Rahmah, kuberharap kita dipertemukan di Jannah.

Jika memang engkau bukanlah nama yang bersanding dalam buku kehidupanku, tentu Allah tengah menyiapkan seseorang yang lebih baik.

By. Buku Tausiyah Cinta @tausiyahku_

Alloohumma yaa muqollibal quluubi tsabbit qolbii a'laa diinikh^^

Rabu, 23 Desember 2015

H I J A B

hijab itu bukan pelengkap apalagi hiasan | namun kewajiban dan penanda ketaatan

maka hijab bukan untuk buat dirimu menarik | bukan agar engkau jadi terlihat cantik

berhijab bukan justru lebih rumit | berhijab bukan malah jadi sulit

sederhananya hijab Muslimah, adalah penanda taat | karena hijab bukan fashion, yang perlu pengamat

berpakaian hanya karena Allah, jauhkan dari ingin dilihat manusia | justru harusnya Muslimah risih bila diperhatikan, malu itu akhlaknya

memang sulit berhijab sempurna saat manusia berlomba narsis | yang ingin taat dan punya rasa malu malah diperlakukan sinis

tapi tegaskan lagi semua karena Allah | dengan itu insyaAllah semua mudah

shared by. Ust Felix Siauw


Selasa, 22 Desember 2015

Ta'aruf dalam islam

01. ada temen nanya, mas kalo ta'aruf trus ajak jalan2 beduaan gitu boleh nggak dalam Islam?, sy jawab "nggak, maksiat tu namanya, khalwat"

02. "dlm Islam khalwat (dua2an tanpa mahram) tu gak boleh, krn kata Rasul yg ketiganya setan" (makanya jgn deket2 org pacaran, dikira setan) 😁

03. dia nanya lg "kl nelp2 aja, kan gak khalwat toh mas?" >> sy jwb "sama aja, berdua2an di dunia maya, sayang2an, terbuai2an, pliss deh!"

04. dia gak puas "kl ta'aruf disitu ada adiknya yg SD boleh nggak?" >> sy jawab "nggaaaaak! (sambil *jitak) sama aja itu mah"

05. dia tobat lalu nanya "jadi gmn dong mas?" >> sy jwb "datengi ayah ibunya, ngobrol ttg rencanamu mau nikahin anaknya, be a man"

06. eh dia nanya lg "kan ta'aruf sama orangnya bukan bpk/ibuny? >> sy jwb "ya iya lah, tapi yg punya dia kan bapaknya, kcuali dia janda?!"

07. mukanya mupeng, nanya lg "kalau kita ta'aruf tapi urusannya diserahkan pada Allah kapan nikahnya?" >> sy jwb "wah, antum mah gak serius.."

08. "lha terus gmn mas, sy kan msh kuliah?" >> sy jawab aja "ya udah, putusin aja.."

09. dear muslimah yg dirahmati Allah, suatu hal yg baik (apalagi nikah) mestilah diawali dengan hal yang baik pula, betul apa betul? 😁

10. kalo awalnya ukhti udah diajak maksiat (belum juga nikah) dengan pacaran, susah dia bisa nunjukin jalan yg bener pas dah nikah

11. kalau dia berani bermaksiat padahal Allah slalu liat, siapa yang jamin stelah nikah nanti dia gak maksiat sama yg lain saat ukhti tak liat?

12. kalau sekarang aja dia dah berani nabur benih dosa, kira2 apa yg dipanen nanti pas dah nikah? >> masya Allah..

13. bukan iri, bukan nyinyir, cuma melaksanakan kewajiban dan tanda kasih dari sesama Muslim buat muslim yang lain, gak ada manfaat pacaran

14. laki2 soleh dididik Nabi saw untuk menjauhi wanita sebagai bentuk pe-mulia-an kepadanya, bukan karna tak suka, hanya menghormati

15. laki2 soleh dididik al-Qur'an untuk menghormati dan memuliakan wanita dengan meminangnya apabila dia memang sudah siap, bukan pelarian

16. laki2 yg soleh melindungi kehormatan dirinya dan namanya dengan berdiam dari urusan2 yang belum mampu dia kerjakan, termasuk nikah

17. jadi muslimah, jangan tertipu, bentar lagi banyak cowok2 yg mau enaknya doang cuma modal coklat n kata2 saduran, jiplakan ndeso

18. modal coklat n kata2 manis memikat, namun tak ada yg ditawarkan pada masa depan kecuali gelimang dosa dan makisiat.. masya Allah

19. semoga dengan beristiqamah, Allah pilihkan bagimu laki2 terbaik yang dengannya engkau dicemburui bidadari, yg menjaga kehormatan. Aamiin

follow @felixsiauw on twitter for more..

by. Ust Felix Siauw


Minggu, 20 Desember 2015

Untukmu Saudariku, Muslimah..



Wahai para wanita, tahukah Anda bahwa;

◦ Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu.

Semakin bertumpuk pula dosa²mu.

◦ Semakin sang lelaki menghayalkanmu.
Semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa²mu.

◦ Janganlah anda menyangka senyumanmu yang Anda tebarkan
secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak !!
Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan
seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari², apalagi
keelokan tubuhmu.

◦ Bayangkanlah, betapa bertumpuk dosa² para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan, bahkan jutaan para lelaki !?

◦ Jika anda menjaga kecantikan dan kemolekan tubuh Anda
hanya untuk suami Anda, maka anda kelak akan semakin cantik
dan semakin molek di surga Allah Ta`ala.

◦ Akan tetapi jika anda umbar kecantikan dan kemolekan Anda
maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat, dan di akhirat kelak, bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam.

Na`udzubillahimindzalik...


Cr. Mozaik Islam


Jumat, 27 November 2015

Pengorbanan Sesungguhnya

Ketika usahamu tidak dihargai oleh manusia, sesungguhnya kamu sedang belajar untuk mendalami makna keikhlasan.

Ketika pengorbananmu mendapat cemoohan dan tuduhan miring, sesungguhnya kamu sedang belajar tentang ketangguhan.

Karena manusia2 itu tak tahu arti usaha dan pengorbananmu.

Petiklah manisnya pelajaran hari ini yang telah diberikan Allah melalui episode2 kehidupanmu.

copas by. Amrillah Silviana


Selasa, 15 September 2015

Ketika Aku menegur mu, bukan berarti Aku lebih baik dari mu

sesungguhnya tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.

kita mencintai saudara kita karena Allah berarti kita tidak ingin dia terus-terusan berada dalam kubangan dosa.kita ingin bersama-sama di JannahNya.

saudaraku, ketika aku mengingatkanmu, bukan berarti aku lebih baik darimu, tapi aku ingin kita bersama-sama di surgaNya.

saudaraku, ketika aku mengingatkanmu, bukan berarti aku ingin mempermalukanmu, tapi aku ingin kau mulia di hadapanNya

saudaraku, akupun tak sempurna, aku juga ingin kau ingatkan ketika aku berbuat dosa.

kelak betapa aku ingin kau tau bahwa aku menyayangimu karena Allah. . .

saudaraku, ketika aku mengingatkanmu, sesungguhnya aku juga sedang mengingatkan diriku sendiri. . .

percayalah, semua ini ku lakukan karena aku mencintaimu karena Allah.

‬‪#‎BukuFelixSiauw


Senin, 08 Juni 2015

DAKWAH, Beban atau Hiburan..???

DAKWAH, Beban atau Hiburan..???

☼ Cara Pandang Seseorang Menyikapi Suatu Perkara Berbanding Lurus Dengan Respon dan tindakanya.

SHOLAT :

☼ Sholat.... Jika Di Pandang Sebagai Beban, Di pastikan Tidak ada Ke-Nikmat Saat menjalankanya. (yang ada Rasa terburu2 ingin cepat selesai)

☼ Tiap Lantunan Bacaan Imam Terasa Berat untuk di dengarkan, Tiap Raka'at Berganti Terasa Lama Nan Waktu Berjalan.

☼ Tentu ini Berbeda dengan Rasulullah yang Memerintahkan Umatnya Untuk Shalat dengan
Tuma'ninah,

☼ Bahkan dalam Satu riwayat Ketika Beliau Sholat Bacaanya Tartil, (Jelas Huruf per Hurufnya).

☼ Bagi Rasul Sholat adalah "Hiburan" Bagi Kita Sholat itu "Beban".

☼ Bahkan Di Riwayat Yang Lain, Ketika Sedang Kelelahan Beliau Meminta Bilal Menghiburnya Dengan Sholat : Qum ya Bilal fa arihna bi al shalah.(Wahai bilal Hiburlah kami dengan Sholat)

☼ Kalau Kita Sekarang Hiburanya GAME, SINETRON, NGERUMPI, TIDUR.

JIHAD :

☼ JIHAD kata Rasulullah adalah Wisatanya bagi kaum muslimin, Bagi Kita JIHAD adalah HOROR Yang
Menakutkan (minjem istilah ust Felix).

☼ "Sesungguhnya Wisata umatku adalah jihad fi sabilillah {HR. Abu Dawud}

RESIKO DAKWAH SIAP DICEMOOH :

☼ Alih Alih Mendukung Dakwah, Tak Jarang Kita Memandang Sinis Dengan Orang2 Yang Menyeru Kepada
Al-Islam.

☼ Cemoohan semisal : Sok Alim Lah, Sok Cari-Cari perhatian Lah, Cari muka lah, sok Suci lah sering kita lontarkan sbg EJEKAN bagi mereka (para pendakwah)

☼ Dan Banyak Lagi Suudzon yang Terlontar dalam Hati.
"Halah cuma bisa Koar2, Sok Mengkritisi orang lain padahal Dia Sendiri Penuh dosa"

AYO MULAI DAKWAH :

☼ Padahal Kalau Menurut saya Cara Terbaik Memperbaiki diri adalah Dengan Memperbaiki Orang Lain.
( lho apa iya)

☼ Pertama Kita akan terpacu Untuk Lebih Tahu, Lebih Termotifasi Mencari Ilmu, Lebih Punya Habits Menyampaikan Ide dan Pendapat.

☼ Yang Kedua Ada Beban Psikologis Agar Kita Senantiasa Konsekwen dan Konsisten Dengan apa yang Kita sampaikan.

☼ Jadi Kita akan Relatif Aman dari Penyimpangan dan Berbuat Kesalahan Di banding Uzlah "menyendiri" Kontemplasi dalam memperbaiki diri

☼ So..... Do it, Jangan menunda-nunda dalam Beramal Sholeh.

☼ Jika Berdakwah Ukurannya Harus-lah Suci , tentu Hanya Para Malaikatlah yang Pantas Berdakwah.

☼ Jika Berdakwah Ukuranya Harus-lah Pandai, Tentu hanya gelar Profesor, Doktorlah, Syeick, Habib, Kyai, Ustadz Yang Pantas Berdakwah.

☼ Mari Bersihkan Hati Menikmati Indahnya Dakwah, Menjadikan Dakwah ini seolah-olah Kita Sedang "Berbulan madu" Dengan Allah.

#AllahuAkbar.

Repost by. Ust Fatih Karim

Senin, 13 April 2015

Jalan menuju T A A T . . .

bila engkau sulit karena taat, jangan bersedih | terkadang untuk naik kelas, kita harus merasa perih

jika engkau sudah memilih yang baik, jangan mengeluh | rasa nikmat itu datang setelah lelah dan berpeluh

jika engkau sudah di jalan kebenaran, jangan menyerah | menang atau kalah, engkau sudah mengukir sejarah

kadang kita terlalu terburu-buru pada hasil |padahal prosesnya yang sesungguhnya kita nikmati

kapal bagus bukan di laut tenang, pedang tajam bukan saat dipajang | bila hidup ini mau berarti, menang tak harus, yang harus itu berjuang

yang belakang biarlah dikenang, yang didepan itu harus dijelang | bila di dunia Islam dipegang, maka di akhirat akan tenang

bagi yang masih berharap pada yang fana, ada untung ada buntung | bagi yang berharap hanya pada Allah, maka mereka pasti beruntung

Inspired by. Ust Felix Siauw