Assalamualaikum.. Ayah Edy, Tadi pagi saya dikejutkan dengan bentakan seorang ayah kepada anaknya yang sedang sulit diajak kerjasama.
Namun beberapa saat setelah itu sang ayah menjelaskan kepada kami bahwa dia tidak bermaksud marah/kasar melainkan tegas.
Jujur saya jadi bingung perbedaan antara kasar/marah/berteriak atau tegas itu bagaimana ya?
Di satu sisi saya juga geregeten dengan si anak, tapi di sisi lain saya merasa cara seperti itu ga bener sekalipun akhirnya anaknya nurut tapi dengan tangisan keras.
Mohon penjelasannya yaa Ayah Edi.. Terimakasih.
Komunitas AYAH EDY:
Prinsip mendidik yang saya anut adalah Kasih Sayang dan Kasih Tegas sesuai situasi dan kebutuhan.
Tegas satu level di bawah marah, Tegas untuk mendidik, Marah cenderung hanya meluapkan emosi sesaat.
Tegas itu melaksanakan kesepakatan tanpa kompromi, jadi jika kita tegas perlu ada kesepakatan dan aturan main dengan anak terlebih dahulu, jika belum ada aturan maindan kesepakatan antara orang tua dengan anak itu sering kali lebih kepada marah. semoga menjadi lebih jelas ya bun.
Ciri-ciri utama yang membedakan tegas dengan marah adalah, apa bila setelah kita melakukannya menyesal "kenapa tadi saya seperti itu ke anak" nah itu biasanya idikasi bahwa kita marah, dan kelepasan atau out of control.
Sementara jika tegas kita tidak menyesal, karena semua apa yang kita lakukan sudah terencana berdasarkan kesepakatan bersama. dan Bukan reaksi spontan semata.
Jadi ingatlah selalu jika kita terpancing emosi segeralah kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah punya perjanjian dan kesepakatan sebelumnya tentang hal ini ? Jika belum, maka sebaiknya tunda dulu marahnya dan catat untuk segera melakukan diskusi bersama anak dan membuat kesepakatan bersama yang disertai konsekensi terhadap pelanggaran dan reward apa bila anak kita tidak melanggarnya setelah nanti tiba dirumah. (jika sedang di luar rumah)
Kami dirumah juga menjelaskan kepada anak kami untuk bisa membedakan kapan ayahnya tegas dan kapan ayahnya marah.
Agar jika mereka paham perbedaan keduanya mereka kelak juga bisa menjadi ayah yang tegas dan bukan ayah yang pemarah.
Semoga bermanfaat😊😊😊
I can sharing and posting whatever i want like about islam, khilafah and shariah, Parenting, and also song of kpop hahaXD
Rabu, 02 Desember 2015
APA SIH BEDANYA TEGAS DENGAN MARAH?
Kamis, 26 November 2015
Mana yang lebih baik ?Mengajari anak Berkompetisi atau Bersinergi dan bekerjasama
Dr. Arun suatu ketika memetik sebuah kisah tentang contoh konkret Pentingnya Bersinergi dan Bekerjasama ketimbang Berkompetisi,
Kisah ini di ambil dari sebuah buku yg ditulis oleh James Bender berjudul “How to Talk Well” (New York;McGray-Hill Book Company,Inc., 1994)
Sebagai penjelasan lanjutan kepada mahasiswanya mengenai pemahamannya tentang Berkompetisi versus Bersinergi dan Bekerjasama
Pada suatu hari....Di sebuah pedesaan, tempat di mana tanah yang sangat subur dapat menumbuhkan tunas-tunas jagung, ada seorang petani yang berhasil memenangkan kontes pertanian selama bertahun-tahun.
Hal ini menarik perhatian seorang wartawan, karena di desa itu ada puluhan petani yang juga memiliki kebun jagung.
Untuk mengungkap rahasia kemenangan selama bertahun-tahun itu, sang wartawan mengunjungi sang petani untuk wawancara singkat.“Apakah Anda memiliki rahasia khusus untuk memenangkan kontes hasil panen jagung terbaik setiap tahun?” tanya sang wartawan.
Petani yang tampak bersahaja itu tersenyum lalu menjawab, “Saya tidak punya rahasia khusus, karena bibit jagung milik saya yang memenangkan kontes, pada akhirnya selalu saya bagi-bagikan pada petani lain, karena itu adalah bibit jagung terbaik.”Sang wartawan tampak bingung, berarti semua petani memiliki bibit jagung yang sama-sama baik. “Mengapa Anda membagikan bibit jagung terbaik? Bukankah semua petani di desa ini mengikuti kontes yang sama, Anda tak takutkalah?”
Sang petani terkekeh pelan, “Aku sama sekali tidak memikirkan menang ataupun kalah, anak muda. Kau harus tahu bahwa angin dapat menerbangkan serbuk sari bunga-bunga jagung dan terbang dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila ada serbuk sari tanaman jagung dengan bibit yang buruk terbang ke ladang jagungku, itu akan menurunkan kualitas jagung saya dan juga seluruh hasil jagung penduduk desa ini. Saya ingin mendapat hasil jagung terbaik, karena itulah saya menolong tetangga saya untuk mendapat bibit jagung yang baik pula.”Itulah gambaran seorang petani jagung yang bijak yg tidak berusaha untuk mencari keuntungan semata dari orang lain dan lingkungan sekitarnya, tapi mencari keuntungan dengan cara membuat orang2 di sekitarnya juga beruntung.
Semoga menjadi inspirasi dan pencerahan bagi kita dalam mengarungi kehidupan ini.
Copas by. Komunitas Ayah EDY